Disdik DKI Godok Sanksi untuk SMAN 58 Jakarta Timur oknum guru yang bertindak rasis

Dinas Pendidikan (Diskdik) DKI Jakarta saat ini sedang mengupayakan sanksi yang sesuai bagi oknum guru SMAN 58 Jakarta Timur berinisial TS yang melakukan tindakan rasis.

Hal itu diungkapkan Didih Hartaya, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Saat ini kami sedang dalam proses penetapan sanksi disiplin yang akan dijatuhkan kepada TS,”

kata Didih atas permintaan Kompas., Selasa (17 November 2020).

Sanksi disiplin mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pejabat.

Baca Juga: Guru Balap Jakarta Timur Akui Perbuatannya, Polisi Akan Pimpin Kasus

“Mudah-mudahan besok rekomendasinya bisa final,” imbuh Didih.

Kasus TS berawal dari penyebaran screenshot percakapan di grup-grup WhatsApp untuk memilih ketua jurusan.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan ke dalam email Anda.
email pendaftaran

Direktur SMAN 58, Dwi Arsono menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat TS, guru pendidikan agama dan Budi Pekerti, sedang memberikan materi ajar.

“Dia mengaku niat awalnya adalah untuk menerapkan pendidikan agama Islam pada kepemimpinan, yang ada dalam kurikulum dan dibagikan kepada 44 anggota Rohis (grup WhatsApp). Dibagikan khusus untuk spiritualis saja,” kata Dwi saat dihubungi saat dihubungi, Selasa (27/10/2020) malam.

Namun entah kenapa, TS tiba-tiba membuat pernyataan ajakan di grup.

Salah satu anggota kelompok kemudian menyebarluaskan aksi TS tersebut.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id